" PERJUANGAN DALAM MENULIS BUKU KILAT "
" Perjuangan Dalam Menulis Buku Kilat "
Elys Lailatul M.
Jombang - Jawa Timur
Al-Hamdulillah...perasaan lega muncul ketika saya telah berhasil membuat resume belajar menulis pertemuan ke-3 di blog saya pribadi dan sudah saya kirim pada link khusus untuk pengumpulan resume. Meski saya sendiri tidak yakin akan isi resume itu tapi setidaknya saya sudah berusaha dan mungkin inilah kemampuan saya. Awalnya saya ragu dan tidak PD untuk mengumpulkan resume saya karena isinya tidak karuan dan sangat acak-acakan tapi lagi-lagi teman saya "NS" memotivasi dan menyuruh untuk segera mengirim resume tersebut. Akhirnya saya memberanikan diri dan dengan PD mengumpulkan hasil resume itu. Dalam hati saya tanamkan "Okeee...ayo kamu harus semangat dan lebih percaya diri, apapun itu hasilnya namanya juga belajar, kalau tidak belajar maka tidak akan bisa". Saya tahu pengumpulan resume pertemuan ke-3 terlambat karena mungkin kemaren-kemaren saya kurang motivasi sehingga saya tidak langsung menyelesaikan tugas dari group belajar menulis. Dan mungkin juga saya kurang rasa percaya diri sehingga saya tidak bergegas menyelesaikan tugas ini. Tapi Alhamdulillah, berkat motivasi dari para mentor dan semua bapak/ibu yang ada di group dan juga karena saya merasa bodohnya, merasa tidak bisa apa-apa, bahkan merasa tidak punya kecakapan bahasa untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, akhirnya saya nekat dan bismillah untuk lebih semangat mengikuti pelatihan belajar menulis serta lebih konsen menyimak materi yang disampaikan oleh para mentor yang handal.
Malam ini saking semangatnya mata saya tidak terasa ngantuk padahal saya baru saja menyelesaikan satu resume tapi ternyata keinginan hati untuk membuat resume belajar menulis pada pertemuan ke-4 menggebu-gebu ya meski saya yakin tidak sampai selesai tapi setidaknya besok masih bisa saya lanjutkan lagi. Semoga saja saya lebih semangat dalam mengikuti perkuliahan belajar menulis meski semu dan mampu menyelesaikan tugas meresume isi setiap akhir pertemuan.
Belajar menulis pada pertemuan yang ke-4 dilaksanakan pada hari Senin/11 Januari 2021 pukul 19.00 WIB. Saat itu kondisi saya kurang fit tapi karena saya merasa hal ini sangat penting dan belum tentu ada kesempatan yang kedua kali, makanya saya tumbuhkan semangat yang besar dalam mengikutinya dengan harapan malam ini saya akan mendapat ilmu yang banyak dan ilmu baru tentang tulis menulis dari pemateri sehingga saya bisa lebih termotivasi lagi untuk giat menulis.
Pertemuan kali ini akan di pandu oleh seorang moderator yang juga seorang penulis handal, beliau adalah Bapak Bambang Purwanto, S.Kom.,GR yang akrab di panggil dengan sebutan Mr. Bams. Belajar menulis malam ini bertemakan "Pengalaman Menjadi Penulis Buku Kilat" yang akan disampaikan oleh pemateri sekaligus seorang penulis yang benar-benar hebat dan mampu melahirkan sebuah buku dalam waktu satu Minggu (7 hari), siapakah beliau??? Beliau yang tidak lain adalah Bunda Eva Hariyati Israel, S.Kom dari Bandung. Beliau sebelumnya telah bergabung di group WA belajar menulis bersama Om Jay dan kawan-kawan di gelombang 7. Sebelum Bunda Eva menyampaikan materi terkait tema, beliau terlebih dahulu membagikan sebuah blog yang isinya berjudul "Menulis Buku 7 Hari, Mungkinkah?". Saya sempat mengunjungi blog beliau dan isinya cukup menarik bagi saya sehingga saya bisa mengetahui bagaimana perjalanan dan perjuangan beliau sampai akhirnya berhasil melahirkan sebuah buku dalam waktu 7 hari. Waowwww...sangat luar biasa sekali!
Dalam tulisan yang terdapat dalam blog tersebut, beliau mengatakan bahwa menulis buku adalah kegiatan yang membutuhkan kefokusan dan disiplin yang tinggi. Awalnya mustahil bagi bunda Eva mampu menulis buku apalagi dengan durasi singkat hanya pada waktu 7 hari terlebih beliau merasa penulis pemula, namun sebuah kata yang mampu menggugah semangat beliau dan mampu membuktikannya. Ada yang tahu kira-kira sebuah kata itu apa??? ya...kata tersebut adalah "BISAAAA".
Karya pertama yang berhasil beliau lahirkan berjudul "Kelas Maya - Membangun Ekosistem E-Learning di Rumah Belajar" yang diterbitkan oleh Penerbit Andi. Selain itu buku yang berhasil beliau lahirkan berjudul "Model Pembelajaran - merancang pembelajaran kompetensi abad 21, berkarakter, dan literat di era kenormalan baru". Buku ini terinspirasi di masa pandemi yang sedang melanda dunia. Bagi Bunda Eva pandemi ini telah membawa berkah dalam peningkatan kompetensi menulis yang di milikinya sejak dulu karena di masa pandemi ini banyak waktu yang tebuang tanpa tahu harus berbuat apa. Dan sampai akhirnya beliau memutuskan untuk bergabung di group belajar menulis bersama Om Jay.
Di group inilah beliau mampu menghasilkan sebuah karya berbentuk buku bahkan mampu menyelesaikan buku tersebut secara kilat yaitu hanya dalam waktu 7 hari. Hal ini berawal dari group yang waktu itu jadwal belajar menulis dengan pemateri yang hebat dan handal yakni Prof. Richad Eko Indrajit. Di akhir pertemuan pemateri mengajak sekaligus menantang para peserta yang ada di group belajar menulis gelombang 7 tersebut untuk berkolaborasi menulis bersama beliau dalam waktu satu minggu (7 hari). Dalam hati Bunda Eva berkata " GILAAA menulis seminggu bisakah?"
Bunda Eva tetap tidak percaya dan tidak yakin kalau akan mampu menulis dalam waktu singkat terlebih beliau masih pemula. Namun, untuk menjawab tantangan yang di berikan oleh Prof. Eko dan untuk membuktikannya bahwa beliau bisa menulis buku akhirnya bunda Eva memberanikan diri menulis nama dan nomer HP untuk bergabung di group menulis bersama Prof. Eko dan kebetulan ada 21 orang dalam group tersebut.
Kala itu Bunda Eva bingung apa yang harus ditulisnya agar bisa menjawab tantangan itu terlebih beliau sama sekali belum memiliki ide. Kegalauan-kegalauan itu datang menghampiri beliau, meski beliau telah memilih tema E-Learning. Beliau terus berpikir dan berpikir agar bisa menentukan apa yang harus beliau tulis. Beliau mulai membuka sejumlah referensi baik dari buku atau internet tentang e-learning. Pengalaman beliau sebagai sahabat "Rumah Belajar" telah memunculkan sebuah konsep dan akan dituangkan dalam bentuk tulisan pertama beliau yaitu "Kelas Maya Rumah belajar". Bunda Eva meyakinkan diri kalau untuk menjawab tantangan dari Prof. Eko maka beliau akan mengambil judul tersebut. Setelah menemukan judul yang sesuai, beliau memulai semua itu dengan membuat daftar isi yang akan beliau kembangkan dari main map.
Pada hari pertama yang beliau lakukan adalah menyodorkan main map tentang buku yang akan beliau tulis kepada Prof. Eko yang saat itu juga telah di setujui oleh Prof. Eko. Dan Alhamdulillah jawaban dari Prof. Eko adalah " VERY GOOD". Setelah itu Prof. Eko meminta bunda Eva untuk membuat daftar isi dan mengirimnya kepada Prof. Eko. Dari main map beliau tuangkan ke dalam outline (daftar isi) dan ini dilakkan oleh bunda Eva di hari kedua. Akhirnya bunda Eva berhasil menyerahkan outline tersebut kepada Prof. Eko.
Untuk hari ketiga dan selanjutnya bunda Eva melewatinya dengan khusyu' dan benar-benar fokus. tanpa buang waktu sedikitpun beliau benar-benar merasa dalam kegilaan menulis sampai-sampai mau tidurpun beliau merasa masih fokus dan berpikir akan tulisan. Hari-haripun berlalu, kurun waktu satu minggu menjadikan pikiran, hati dan raga seiring sejalan. Beliau tak lagi mengingat akan hal lain, yang beliau ingat adalan deadline yang akan berakhir. Dan Akhirnya beliaupun mampu melewati waktu tersebut dan mampun menyelesaikan semua tulisan tersebut
Pengalaman ini bagi beliau adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan apalagi beliau bisa membuktikan bahwa beliau bisa menulis dalam 7 hari. Beliau mampu menjawab tantangan dari Prof. Eko dan telah berhasil menjadi salah satu peserta dari 9 orang penulis yang berkolaborasi dengan Prof. Eko yang tulisannya telah diterima tanpa ada revisi. Sungguh benar-benar beliau seorang yang hebat hal ini merupakan kepuasan bathin yang tak ternilai bagi beliau.
"Pengalaman adalah inspirasi menulisku", tutur bunda Eva. Karena bagi beliau pengalaman itulah yang telah menjadi ide beliau dalam menulis. Bunda Eva mengutarakan satu hal yang kiranya ini bisa menjadi motivasi kita semua dalam menulis yaitu "ketika kita menulis dengan niat berbagi akan ada jalan. Allah membukakan jalan dan mempertemukan kita dengan orang-orang hebat yang luar biasa menginspirasi dan selalu berbagi" sehingga ada satu prinsip yang beliau pegang sampai saat ini, prinsip itu adalah "Semakin dibagi semakin tak terbatas"
Kini bunda Eva telah menjadi penulis handal dan sampai detik ini bagi beliau serasa mimpi. Berkat buku yang telah diterbitkan, beliau mendapat banyak kesempatan bahkan telah menjadi narasumber di group belajar menulis dan berharap bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain. Kemampuan menulis bunda Eva tidak berhenti sampai di sini karena masih ada lagi karya-karya beliau yang berhasil di lahirkan. Beliau ingat dg pesan Prof. Eko yang berbunyi "Bu Eva...Cita-cita itu harus dikejar seperti laskar pelangi" sehingga beliau terus berusaha, lagi dan lagi untuk membuktikannya.
Inilah kisah perjuangan saat menulis bunda Eva yang bisa saya tulis. Mulai perjuangan dari penulis pemula sampai beliau mampu melahirkan buku dalam waktu 7 hari bahkan beliau telah menjadi penulis hebat dan handal. Harapan saya setelah saya membaca isi blog bunda Eva, saya akan lebih semangat dan termotivasi untuk giat menulis. Dan buat Bunda Eva terima kasih banyak atas ilmunya dan benar-benar menggerakkan hati saya untuk menulis lagi. Saya pun mengutip sebuah kalimat di akhir isi blog bunda Eva dan saya terapkan pada diri saya sendiri " Yakinkan Diri dan Buktikan Saya BISAAAA"
Tulisan yang saya buat ini masih jauh dari kesempurnaan terlebih saya masih pemula, sehingga saya mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang nantinya bisa membuat tulisan saya lebih baik lagi. Oleh karena itu bagi siapa saja yang membaca tulisan ini jangan lupa meninggalkan sepatah kata atau dua kata (komentar).
TERIMAKASIH

Wow...! Ok jg
BalasHapus👆👆
Haturnuhun...tapi tunjukkan diri yaa!
BalasHapusMemang menulis itu perlu perjuangan dan ketelitian
BalasHapus